Latest Entries »

Lambangsarib's Blog

Di Jawa Tengah, ada satu pepatah yang sangat terkenal dan dihafal dengan baik oleh sebagian besar orang. Tidak terkecuali saya, dan  engkau pun tentunya menghafal dengan baik.

Kalau  tidak salah, diperkenalkan pertama kali oleh tokoh pergerakan  sekaligus tokoh pendidikan nasional  Ki Hajar Dewantoro. Beliau  sering mengatakan, “ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”.

Bagaimanakah implementasi kata mutiara tersebut dalam konteks pendidikan anak ?

“Ing ngarso sung tulodho” bisa  artikan  bahwa orang tua sebaiknya memberi tauladan atau contoh terbaik buat anak anak. Harus selalu diingat bahwa, anak melakukan sesuatu bukan karena disuruh atau mengikuti perintah orang tua. Melainkan mencontoh dari apa yang dilihat pada perilaku orang tua.

“Ing madyo mangun karso” boleh diartikan  bahwa sebaik baik  orang tua adalah yang  selalu memberikan bimbingan dan mendampingi anak anak kapanpun dan dimanapun. Bebasakan anak untuk memilih jalannya sediri, sebebas burung liar hendak terbang,  namun pastikan bahwa jalan yang mereka…

View original post 69 more words

Advertisements

BIAR LELAH ASALKAN LILLAH

Assalamu’alaikum,,

Selamat Sore…

Semangat SAP! 🙂

Tiada hari tanpa issue, tidak ada issue maka tidak berkembanglah ilmu, tidak ada issue sering kali membuat pikiran “mandeg” dan cenderung membuat “menguap” yah… begitulah memang pekerjaan saya dan teman-teman satu team, “try to solve all SAP users problem” Baru-baru ini, saya mendapati permasalahan dari client saya, pada saat melakukan pencatatn tagihan invoice melalui TCode MIRO, item yang muncul adalah subtotal sesuai dengan seluruh tagihannya (1jt), padahal item yang diterima  (MIGO) secara parsial yaitu ada dua (2) kali penerimaan barang dengan total tagihan 1jt, client saya menginginkan agar item pada MIRO yang muncul adalah sesuai dengan jumlah MIGO (2 item). Sejauh ini yang saya tahu, ada 2 hal ketentuan tentang invoicing pada saat pembuatan PO yang akan mempengaruhi proses MIRO (invoicing), berikut ini detailnya:

  1. Jika di tab Invoice pada saat pembuatan PO “Inv. Receipt” di tick dan “GR-Bsd IV” tidak di tick maka…

View original post 306 more words

SAP SIMPLE Docs

1.Introduction:

Invoice Verification is a process which confirms in SAP that an invoice has been received by the Department.

Goods receipt will have to have been entered on SAP prior to invoice verification unless that process has been by-passed at the raising of the purchase order.

2013-04-23_110952

2.Verify an invoice:

Use the menu path:

Logistics> Materials Management> Logistics Invoice Verification>Document Entry>MIRO – Enter Invoice

T code: MIRO

2.1. Enter Invoice Data:

On the Basic Data tab in the Header data section enter the following information

Invoice date: Enter the date printed on the invoice document

Posting date: This will display the current date

⇒ Reference: Enter the invoice number from the invoice document in the same format as it is on the document. As this is a required field, if you do not have an invoice number, enter something meaningful to refer to the invoice.

⇒ Amount: Enter the…

View original post 1,453 more words

Espresso Tutorials Blog

192Excerpt from Practical Guide to SAP Cost Center Accounting by John Pringle.

One way of classifying data in SAP is to differentiate between items that are considered master data and items that are considered transactional data. In SAP, master data is relatively static data that is defined once and is shared throughout the application. Examples include vendors, customers, materials, general ledger accounts, cost centers, and profit centers. This master data then is used in transactional data such as invoices, accounting documents, and material movements. In an SAP implementation project, the structure and definition of master data should be thoroughly planned to reflect the needs of the business properly. Careful consideration should be given to such factors as numbering and naming the master data, permitted field values, and the ultimate reporting aims of the business. In this chapter, you will see the relevant master data available in CCA.

View original post 1,576 more words

Pinarta's Blog

Ujian sertifikasi profesi di Pasar Modal Indonesia dilaksanakan oleh Panitia Standard Pasar Modal. Sertifikasi ini terdiri dari 3 jenis, yaitu:

  1. WPPE –> untuk menjadi broker-dealer atau sales equity
  2. WPEE –> untuk menjamin emisi efek, membantu perusahaan yang akan malakukan IPO, penerbitan surat utang ( MTN, obligasi )
  3. WMI –> fund manager yang mengatur dana nasabah yang terkumpul dalam bentuk unit dalam reksadana, investasi dalam bentuk portfolio.
  • Contoh soal ujian WMI dapat dilihat disini
  • Contoh soal ujian WPPE dapat dilihat disini

Tempat untuk melakukan pendaftaran ujian:

Jakarta

*Panitia Standard Profesi Pasar Modal

Hotel ATLET-Century Park, Board Room 4, lt. dasar

Jl Pintu Satu – Senayan, Jakarta 10270

Telp. (021) 72792569, 72792804

* UIN Syarif Hidayatullah

    Fakultas Ekonomi & Bisnis

    Jl. Ir. H. Juanda, Ciputat, Jakarta

Bandung

* ITB – Kelompok Studi Ekonomi & Pasar Modal ( KSEP-ITB )

Gedung Kuliah Umum ( GKU ), Lt.2 – Jl. Ganesha 10…

View original post 542 more words

harikaryo

oleh: Hari Karyono / Dosen Pascasarjana Universitas PGRI Adibuana Surabaya ((e-mail: ghokaryo@yahoo.co Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya m)

Masalah minat baca sampai saat ini masih menjadi tema yang cukup aktual. Tema ini sering dijadikan topik pertemuan ilmiah dan diskusi oleh para pemerhati dan para pakar yang peduli terhadap perkembangan minat baca di Indonesia. Namun hasil dari pertemuan-pertemuan ilmiah tersebut belum memberikan suatu rekomendasi yang tepat bagi perkembangan yang signifikan terhadap minat baca masyarakat. Permasalahan yang dirasakan oleh bangsa Indonesia sampai saat ini adalah adanya data berdasarkan temuan penelitian dan pengamatan yang menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia relatif masih sangat rendah. Ada beberapa indikator yang menunjukkan masih rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Rendahnya budaya membaca ini juga dirasakan pada pelajar dan mahasiswa. Perpustakaan di sekolah/kampus yang ada jarang dimanfaatkan secara optimal oleh siswa/mahasiswa. Demikian pula perpustakaan umum yang ada di setiap kota/kabupaten yang tersebar di nusantara…

View original post 4,357 more words

ilmu SDM

Hampir kebanyakan orang beranggapan ada kesamaan antara Key Performance Indicator (KPI) dan Metric. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, karena sebenarnya KPI itu adalah metric, tapi tidak semua metric itu adalah KPI. Nah, terus bagaimana menjelaskannya? Jawaban sebenarnya adalah bagaimana membedakan antara metric yang merupakan KPI dan metric yang hanya merupakan ukuran saja / indicator only.

Dari namanya, Key Performance Indicator sudah menyebutkan, performance indicator atau penunjuk kinerja. Contohnya performance suatu proses diukur atau ditunjuk melalui suatu KPI.  KPI bukan hanya mengukur suatu panjang, suatu waktu proses, suatu umur alat tetapi lebih tepat ukuran dari suatu performance atau kinerja. Lebih lanjut, KPI merupakan ukuran kunci (key) terhadap bisnis atau kesuksesan, bukan hanya ukuran seadanya / sambil lalu dari suatu bisnis proses. Dengan demikian, KPI sangat erat berhubungan dengan obyektif dari proses yang akan diukur.

Sebuah organisasi layaknya memiliki banyak metric, namun hanya sedikit KPI. Contoh metric adalah : profitabilitas, pangsa pasar…

View original post 262 more words

Soldier of Fortune

cx549

  • Judul Buku : The Economic Naturalist : Why Economics Explains Almost Everything
  • Pengarang : Robert H. Frank
  • Penerbit : Virgin Books Ltd.
  • Jumlah Halaman : 242 halaman + 14 halaman pembuka
  • Tahun Terbit : 2007

Mengapa kulkas jika pintunya dibuka maka lampunya akan menyala tetapi di freezer tidak? Mengapa toko 24 jam tetap harus memiliki kunci di pintunya? Mengapa banyak restoran yang menyediakan minuman refill gratis? Pertanyaan-pertanyaan tersebut nampakya terdengan tidak penting namun sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi semacam misteri tersendiri mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi di kehidupan sehari-hari.

View original post 390 more words

bizzisoconsulting

Apakah perusahaan keluarga pada dewasa ini dapat berkompetisi dengan perusahaan profesional lainnya atau perusahaan asing?  Jawabannya adalah tentu saja hal tersebut dapat dilakukan.  Bukanlah sesuatu yang aneh apabila hampir 90% perusahaan besar yang ada saat ini adalah masih perusahaan keluarga atau berasal dari perusahaan keluarga.  Lalu mengapa perusahaan keluarga lebih banyak yang gagal dibandingkan dengan perusahaan keluarga yang berhasil?  Untuk mencari jawabannya, ada baiknya pemilik perusahaan memahami konsep dari inti perusahaan.

1. PERUSAHAAN BUKAN INDIVIDU

Bagaimana Anda sebagai pemilik perusahaan, menetapkan posisi diri sebagai pemilik dari perusahaan.  Apakah Anda sudah menempatkan diri Anda dalam posisi yang tepat di dalam perusahaan?  Banyak pemiliki perusahaan yang lupa bahwa posisi dirinya dalam konsep perusahaan adalah sebagai panduan untuk pengambilan keputusan akhir dan penentu arah kebijakan dari perusahaan.  Bukan perusahaan adalah diri Anda sendiri.  Memandang bahwa perusahaan adalah citra/ imaji dari diri sendiri akan menjadi suatu bentuk tanda-tanda adanya masalah pada perusahaan Anda.

Pertama…

View original post 619 more words

Yusuf Saeful Berlian

Perusahaan keluarga adalah sebuah perusahaan yang dimiliki, dikontrol, dan dijalankan oleh anggota sebuah atau beberapa keluarga atau dikelola oleh anggota-anggota keluarganya. Meskipun demikian, bukan berarti bahwa semua pekerja dalam perusahaan harus merupakan anggota keluarga. Banyak perusahaan keluarga, terutama perusahaan-perusahaan kecil, memperkerjakan orang lain untuk menempati posisi rendahan, sementara posisi tinggi (top manager) dipegang oleh orang dari dalam keluarga pemilik perusahaan. Misalnya saja pemilik perusahaan adalah bapaknya, direkturnya anak pertama, dan wakil direkturnya anak kedua. Banyak perusahaan keluarga yang sukses luar biasa, misalnya saja, Maspion grup, Ciputra, Nyonya Meneer, Sidomuncul, dan Meco.

Partisipasi keluarga dalam perusahaan dapat memperkuat perusahaan tersebut karena biasanya anggota keluarga sangat loyal dan berdedikasi tinggi terhadap perusahaan milik keluarganya. Meskipun demikian, seringkali timbul masalah-masalah dalam mengatur perusahaan keluarga, terutama dalam hal pergantian kepemimpinan. Sering pula muncul benturan-benturan antara kepentingan keluarga dengan kepentingan perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan akan cenderung mempertahankan seorang anggota keluarga untuk bekerja meskipun ia kurang…

View original post 4,565 more words

Nothing is going to last

Cukuplah Allah bagiku, DIA sebaik-baik penolong dan pelindung

Pinarta's Blog

Investment & Indonesia Capital Market

harikaryo

Just another WordPress.com site

Djunijanto Blog

Arek Soeroboyo, Bisa!!!

Pak Guru Bambang's Weblog

BERANILAH TAMPIL BEDA

eunchasiluets

Saatnya Ngampus Bukan Sekedar Status

desywu

My Garden of Words and Thoughts

Indra Putranto

Professional Training and Engineering

ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials

Soldier of Fortune

Into a World of Illusion

%d bloggers like this: