Siapa yang tidak mengenal Dr. (HC) H.M Jusuf Kalla?
Selain sebagai mantan Wakil Presiden ke-10 RI, beliau merupakan tokoh yang telah memimpin berbagai lembaga organisasi dan instansi, baik swasta maupun pemerintahan.
Atas pengalamannya memimpin itulah maka pada tanggal 9 Februari 2013 kemarin, beliau menerima anugerah Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Universitas Indonesia dalam Upacara Wisuda Program Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor UI 2012/2013 di Balairung UI Depok.

Menurut Pjs Rektor UI Djoko Santoso, Bapak Jusuf Kalla pantas dianugerahkan gelar ini karena memenuhi 12 ciri kepemimpinan tranformasional, antara lain visioner, pengabdian kepada masyarakat, integritas, passion, kepercayaan, komitmen, dan interpersonal intelligent.
Selasa (26/2), Universitas Indonesia memperoleh kesempatan bertemu dengan Bapak Jusuf Kalla dalam sebuah acara kuliah umum bertajuk “Kepemimpinan dengan Kepercayaan”.
Bertempat di Balai Sidang Kampus Universitas Indonesia, Depok, kuliah umum ini berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dari pukul 09.30 WIB – 12.00 WIB dan dihadiri oleh beberapa pejabat dan civitas akademika UI.

Kuliah umum ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met.
Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Bapak Jusuf Kalla merupakan sosok pemimpin transformasional yang kehadirannya di kuliah umum ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pemikirannya tentang kepemimpinan, terutama untuk mahasiswa sebagai generasi muda yang dinilai masih memiliki banyak kesempatan untuk menjadi pemimpin.
Setelah Bapak Muhammad Anis menyampaikan sambutannya, acara inti pun dimulai. Dipandu oleh moderator, Bapak Ganjar L. Bondan yang merupakan Dosen Hukum Pidana UI, Bapak Jusuf Kalla memulai ceramahnya tentang kepemimpinan.

Menurut Jusuf Kalla, kepemimpinan merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan selalu ada di tiap aspek kehidupan, rumah tangga, bisnis, sosial, pendidikan, politik, dan sebagainya.
Kepemimpinan transformasional memiliki banyak indikator, dan satu indikator yang paling penting adalah “trust” atau “kepercayaan”.
Bapak Jusuf Kalla mengkaitkan istilah “kepercayaan” tersebut dengan dua hal, yaitu “kata” dan “perbuatan” yang tercermin dalam 3K: (1) katakan apa yang dilakukan; (2) lakukan apa yang dikatakan, (3) komunikasikan apa yang telah dilakukan.

Kepercayaan telah menjadi unsur penting dalam kepemimpinan.
Bapak Jusuf Kalla mengemukakan bahwa dari beragam teori kepemimpinan yang ada, intinya adalah harus memuat unsur kepercayaan.
Kepercayaan merupakan kunci apakah seseorang akan mengikuti atau tidak akan mengikuti suatu kepemimpinan. Jika pemimpin tidak dipercaya oleh bawahannya, maka pemimpin tersebut tidak akan bisa mengatakan perintah atau amanah.

Hal pertama yang harus dilakukan pemimpin untuk membina kepercayaan dengan orang yang dipimpinnya adalah dengan mempercayai orang lain, karena apabila sudah mempercayai orang lain, maka orang lain tersebut akan mempercayai dirinya.
Maka itulah yang menjadi tugas terberat dalam memimpin, yaitu menjaga kepercayaan, men­erima kepercayaan dan memformulasikan kepercayaan ke orang lain.

Kepemimpinan juga tidak terlepas dari tanggung jawab. Bapak Jusuf Kalla menegaskan bahwa janganlah menjadi pemimpin apabila tidak mau mengambil tannggung jawab.
Beliau mencontohkan apa yang terjadi di Indonesia.
Mengapa Indonesia dinilai begitu lamban dalam menyikapi kebijakan atau persoalan, dikarenakan tanggung jawab dalam hal tersebut lebih banyak dibebankan ke bawahan.
Bawahanlah yang lebih sering diberi tanggung jawab untuk menentukan keputusan, bukan pemimpinnya.

Di akhir ceramahnya, bapak Jusuf Kalla kembali menegaskan kembali bahwa kepercayaan menjadi poin utama dalam kepemimpinan.
Kepercayaan yang dijalankan harus didasari rasa ikhlas.
Mau setinggi apapun jabatan, gelar, pangkat, atau kedudukan, apabila tidak dipercaya, akhirnya akan hancur.

Selesai ceramah, diadakanlah sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator.
Cukup banyak peserta yang antusias untuk melontarkan pertanyaan dan bisa dijawab dengan singkat dan jelas oleh Bapak Jusuf Kalla.
Tepat pukul 12.00 WIB kegiatan kuliah umum berakhir dan ditutup oleh pertunjukan lagu “What A Wonderful World” yang dinyanyikan dengan sangat merdu oleh Penny Hutabarat diiringi oleh permainan organ yang apik oleh Bapak Dr. Yugo K. Isal

Di akhir seluruh rangkaian acara kuliah umum, Bapak Jusuf Kalla memberikan door-prize berupa beberapa bukunya yang berjudul “JK Ensiklopedia” sebagai tanda kenang-kenangan.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kepemimpinan di Indonesia yang akan datang🙂

Scele.ui.ac.id