KEPEMIMPINAN DAN PERJUANGAN

 

9 Jun, 2012 Kolom Pemikiran hmifeui Permalink

 

Kepemimpinan (leadership) adalah menciptakan sebuah visi untuk diikuti oleh orang lain, membentuk nilai dan etika, serta mentransformasikan cara suatu kelompok/masyarakat dalam bertindak menuju ke arah yang lebih baik.Berbicara masalah kepemimpinan dan perjuangan, kita sebagai umat Islam tak perlu susah payah mencari tokoh yang dapat menggambarkannya secara utuh dan sempurna. Kita dapat melihatnya dalam perjalanan (sirah) Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah seorang pemimpin besar yang memulai perjuangannya dengan pembentukan nilai (monoteisme/tauhid) dan juga etika serta mengubah cara hidup masyarakat di jazirah Arab yang pada zaman itu berada dalam masa jahiliyyah. Tidaklah mudah jalan yang ditempuh oleh Nabi SAW dalam mewujudkan semua itu, begitu banyaknya rintangan yang Beliau hadapi, penolakan demi penolakan bahkan didapati dari orang-orang terdekatnya, yaitu paman-pamannya, diusir, bahkan diperangi. Namun tak pernah Beliau berputus asa dalam berjuang, sehingga sedikit demi sedikit kerja kerasnya memberikan hasil. Dimulai dengan dakwah secara sembunyi-sembunyi di Mekah hingga berhasil mendirikan sebuah negara Islam di Madinah dengan Beliau sebagai pemimpinnya (khalifah).

 

Perjuangannya tak berhenti sampai disitu, Beliau pun berjuang untuk mensejahterakan rakyatnya dengan banyak kebijakan seperti dalam masalah penggarapan tanah milik kaum anshar oleh muhajirin, penarikan zakat dan sedekah bagi kalangan yang mampu, pendirian Baitul Maal, dll. Kesejahteraan itu penting, kemisikinan itu adalah hal yang tidak baik sebagaimana Beliau bersabda ‘kemiskinan itu dekat dengan kekafiran’. Dan yang terpenting adalah Beliau bukanlah pemimpin yang disesatkan dengan harta dan kekuasaan meskipun telah menjadi seorang pemimpin yang daerah kekuasaannya makin hari makin meluas. Beliau adalah pemimpin yang tidur di atas pelepah kurma di saat raja-raja Persia dan romawi beralaskan permadani dan emas, yang pengeluaran rumah tangganya hanya sebesar 80 butir kurma dan 80 butir gandum, yang tungku di dapurnya sering kali tidak mengebul karena tak ada yang bisa dimasak.

 

Nilai-nilai dalam kepemimpinan dan perjuangan Beliau SAW patutlah kita contoh sebagai kaum muslimin karena sebaik-baik contoh ada pada diri Beliau, yaitu memperjuangkan hal-hal yang membuat hidup rakyatnya membaik seiring dengan kepemimpinannya. Jangan pernah jadikan kepemimpinan sebagai tujuan, dan menjadikan visi, nilai serta etika yang ditawarkan hanya sebagai alat untuk menarik dukungan dan simpati orang lain. Orang-orang yang berbuat demikian, setelah berhasil menjadi pemimpin serta merta akan mengkhianati apa yang digagasnya. Mereka hanya peduli terhadap diri sendiri serta golongannya, dan rakyat yang telah mendukungnya akan ditinggalkan begitu saja tanpa pernah diperdulikan. Mereka terlena oleh nikmatnya kekuasaan dan juga segala fasilitas yang didapat lewat kekuasaanya. Hidup hingar bingar dalam mewahnya euphoria kekuasaan, melakukan dagelan politik, politik transaksional, dan hal kotor lainnya. Dan jika begitu, cukuplah bagi mereka apa yang pernah dikatakan oleh Soe Hok Gie dalam catatan hariannya, “semuanya pemimpin-pemimpin yang harus ditembak di lapangan Banteng”.

 

Oleh: Sandi Pardamean

 

http://hmifeui.com/kepemimpinan-dan-perjuangan/