Ketika Semua Itu Berbeda

12 May 12.
Oleh: Hadyan Al Hafizh.
Vokasi/Komunikasi Periklanan/2011 (@).
Posted in Santai (AnakUI.com).

“Perbedaan adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Berhentilah menyesalkan perbedaan, karena jika tidak, Anda akan kehilangan sumber kebahagiaan”

~ Anne Ahira

Indonesia, itulah tempat dimana aku mulai bermimpi, dimana tempat aku mulai menari. Hari demi hari, musim demi musim, detik demi detik. Seketika Indonesiaku terus berubah, dan terus berkembang kearah yang baik, maupun kearah yang buruk. Dan, ketika semua itu berbeda.

Entah harus lelah, atau entah harus tertawa atas perbedaan yang beribu-ribu adanya di Indonesia, perbedaan yang ada dari Sabang, sampai Merauke. Apa yang harus dilelahkan, dan apa yang harus ditertawakan dari perbedaan ini semua.

Kita hanya manusia biasa yang sangat kecil dimata Tuhan. Tuhan sudah memberikan anugerah yang terindah untuk kita manusia, yaitu kehidupan. Tuhan hanya memberikan kehidupan yang sementara di muka bumi ini, pastinya Tuhan mempunyai tujuan, kenapa memberikan kehidupan yang sementara untuk kita manusia. Tidak ada waktu untuk mempermasalahkan tentang perbedaan di Indonesia, masih ada yang lebih penting dari sekedar kata perbedaan.

“Sudah diberikan kehidupan sementara, masih saja dirusak. Ah dasar Manusia”

Ya, kira-kira seperti kutipan diatas. Banyaknya peperangan di Indonesiaku yang didasari oleh perbedaan, salah satu contohnya adalah perbedaan agama. Perang antar salah satu organisasi yang mengatas namakan satu agama dari timur tengah, yang menyerang satu tempat ibadah yang berbentuk nuansa eropa. Bertingkah seperti buaya menyerang segerombolan rusa saja, itulah mereka. Semua agama yang ada di Indonesia mengajarkan tentang kebaikan antar sesama, tapi mengapa masih ada perang antar agama yang didasari oleh perbedaan. Jadi, siapa yang salah ? Tuhan ?, harus sampai kapan kita menyalahkan Sang Pengampun ?. Ahlak, iya ahlak manusia yang harus diatur ulang, itu dia masalahnya. Kurangnya kesadaran, kurangnya rasa toleransi, kurangnya rasa saling memiliki, dan kurangnya rasa saling memaafkan satu sama lain. Hiduplah hari ini untuk membangun masa depan yang baik, jangan hidup hanya untuk masa lalu, tidak akan mengubah apa-apa tentang selembar kertas kusam itu.

Cobalah menertawakan diri kita sendiri, cobalah mengaca pada diri sendiri. Untuk apa kita mempermasalahkan perbedaan, semua tidak ada yang sempurna, semua belum tentu benar, semua belum tentu salah, biarlah Tuhan yang memilih, biarkanlah Tuhan berkehendak.

Banyaknya orang bunuh diri, atau saling bunuh diatas karenakan perbedaan.Menganggap perbedaan adalah bencana. Misalkan, seperti sepasang kekasih yang memiliki perbedaan pemikiran, ketika semuanya berbeda maka seketika semua itu terdiam, dan tak mengerti maka semuanya harus berakhir. Masih banyak cerita-cerita yang menyedihkan dibalik perbedaan.

Untuk apa saling bunuh, saling memaki, saling membenci yang didasari oleh perbedaan ?, apakah sesulit itu menyatukan perbedaan ?. Seharusnya dengan perbedaan, kita dapat mewarnai kehidupan yang hitam putih ini. Karena, perbedaan akan membuat banyak cerita yang menakjubkan, dan membuat semuanya jadi jauh lebih unik.

Mengambil hikmahnya dari sebuah perbedaan, petiklah buah manisnya, dan berbagilah dengan yang lainnya, itu akan jauh lebih baik bukan ?, daripada kita harus berebut, atau bertengkar tentang buah manis itu yang disebut perbedaan. Jadikanlah satu kesatuan yang baru, dan unik dari perbedaan, niscaya Indonesiaku akan menjadi negara yang kaya akan keunikan dalam kebaikan di kehidupan.