Pengajian minggu pagi

Tanggal 27 Februari 2011

Penceramah : Pak Jamal (Direktur SDM Rumah Sakit Islam Cempaka putih)

Latar belakang : psikologi

Materi : Beningkan Fikir dan Hati

Hasil kajian yang disampaikan terkait dengan :

1. Surat An-Nahl  ayat 97 :

Inti : Sebagai orang islam, maka dasar untuk kita berjuang dan beramal sholeh kita perlu memperhatikan:

    1. Umur (sisa umur kita): Umur manusia tidak akan kembali lagi artinya usia semakin berkurang dan mendekati kapan kita kembali kepada Allah/ sewaktu-wakti kita dipanggil untuk menghadap Allah;
    1. Kesempatan : kesempatan tidak akan kembali lagi, artinya kesempatan tidak datang 2 kali. Kesempatan untuk berjuang digunakan sebaik-baiknya.
    2. Pernyataan: pernyataan yang telah kita keluarkan tidak dapat ditarik kembali.

2.  Ilustrasi yang digambarkan :

Ada satu keluarga yang pindah rumah menjadi tetangga;

Hari-1 :Tetangga sebelah rumah dari balik jendela bisa melihat (ngintip) tetangga baru tersebut dan dilihatnya jemuran pakaian tetangga yang baru pindah kok tidak bersih (komentarnya sinis disampaikan kepada suaminya);

Hari-2: tetangga tersebut ngintip lagi : dilihatnya jemuran pakaian tetangga kok lebih kotor lagi dari hari -1 (komentarnya sinis disampaikan lagi kepada suaminya)

Hari-3 Tetangga tersebut ngintip lagi : lho kok jemuran bajunya jadi bersih (komentar disampaikan lagi kepada suaminya). Dijawab oleh suaminya : ya tadi pagi jendela tempat untuk ngintip ibu tadi, telah bapak bersihkan.

Kesimpulan dari illustrasi tersebut :

a. Pikiran hati kita sudah kotor, karena telah memberikan presepsi tentang tetangga baru yang tidak baik, jelek, kotor dsb, ternyata yang kotor jendela rumah kita sendiri. Sama dengan gaya bahasa kuman diseberang lautan tampak (pada hal kuman tersebut sangat kecil) dan gajah dipelupuk mata tidak tampak.

b. Menilai orang lain sangatlah mudah, namun menilai diri sendiri sangatlah sulit.

3. Dalam kita berjuang untuk beramal makruf nahi mungkar perlu memperhatikan :

a. Spirit : diberikan illustasi : Selama kita di darat contoh kita ikut menangani konflik di aceh, kalau kita ditembak, kita masih bisa melawan dengan menembak balik, namun kalau kita naik ”pesawat” dan kondisi pesawat terbakar. Setinggi apapun jabatan si penumpang, sekuat apapun tenaga. Para penumpang tidak bisa berbuat apa-apa (membalas/menyelamatkan diri) dan hanya bisa berserah diri dan berdoa. Dalam berjuang kita tidak boleh manja;

b. Cara berpikir yang melampaui jaman, Dengan beramal, dan berorientasi jangka panjang

c.  Sinergy ( diagonal View), artinya dalam berjuang harus kompak dan tidak sendiri-sendiri. Contoh: apabila kita punya rencana bangun sekolah/masjid. Selama umat islam kompak : 1000 orang (per orang 1000 atau 5000 atau sampai 100.000), maka rencana tersebut pasti terwujud. Bila diperlukan perlu puasa 1 /2 hari untuk mengumpulkan uang pasti rencana terbut terwujud.

4. Modal yang diperlukan :

a. Niat : niat untuk mewujudkan harus kuat;

b. Mimpi : impian untuk mewujudkan harus kuat;

c. Bersyukur :apa yang sudah dibangun (misalkan sekolah, masjid sebagai Rumah sakit (amal usaha) dipelihara dan memberikan pengelolaan yang terbaik)

d. Motivasi /cara berpikir :motivasi dan perubahan cara berpikir perlu dilakukan untuk mewujudkan rencana/perjuangan;

e. Bersemangat : dalam berjuang perlu dengan semangat yang tinggi,

5. Surat Al-Afqof ayat-15 :

Kami perintahkan kepada manusia :

a. supaya berbuat baik kepada kedua orang tua (mengapa?)

Ibu yang mengandung susah payah dan melahirkan dengan susah payah pula. Mengandung dan menyapihnya sampai dengan 30 bulan.

b.  Apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun : ia  berdoa:

Ya Tuhan-ku tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada Ibu bapakku dan supaya aku dapat:

1) Berbuat  amal sholeh yang engkau ridhoi’

2) Berilah kebaikan kepadaku dengan memberikan kebaikan kepada anak cucuku, sesungguhnya aku bertobat dan berserah diri kepadamu