oleh Dr. Miftah Faridl

 

 

Mutiara-mutiara ajaran yang disarikan dari pesan-pesan Islam bagi orang-orang yang beriman agar mereka berjiwa besar & mampu tahan banting.

 

Tataplah hari esok dengan rasa optimisme & penuh harapan.

Jangan hamburkan waktu untuk meratapi kepahitan di masa silam.

Menyesal atas sesuatu kegagalan di masa silam berarti kegagalan terus-terusan.

Mengambil pelajaran dari masa silam untuk dijadikan bekal di masa yang akan datang adalah sebagian dari kemenangan & kesuksesan.

Jangan merasa bahwa derita hanya menimpa kepada diri kita semata. Sebab, setiap insan pasti memperoleh bagian walaupun bentuk & coraknya beraneka ragam.

Masa depan seseorang banyak ditentukan oleh kemampuan dirinya dalam mengatasi berbagai kesulitan di masa sekarang.

Banyak orang-orang yang siap & tahan banting di masa silam, ternyata pantas untuk meraih sesuatu kemenangan sekarang.

Semakin tinggi kedudukan & jabatan seseorang / semakin banyak harta kekayaan seseorang, maka akan semakin tinggi & semakin besar pula badai & topan kehidupan yang menghadang.

Mereka yang berbahagia adalah mereka yang hari esoknya lebih indah & lebih cerah dari masa yang sekarang.

Hendaklah menjadi keyakinan, bahwa apa yang akan kita panen di masa yang akan datang adalah tergantung dari apa yang kita tanam sekarang.

Jangan menginginkan sesuatu di luar kapasitas & kemampuan diri sendiri. Orang yang terlampau banyak keinginan di luar kemampuan dirinya adalah mereka yang secara sengaja memperbanyak beban diri & menyulitkan diri sendiri.

Jangan iri atas kemajuan & kesuksesan orang lain kecuali dalam 3 hal: kegiatan mencari ilmu, bersidqah / berinfak, serta melaksanakan amal kebajikan.

Jangan takut miskin karena harta diambil orang.
Sebab, Allah Maha Adil & Maha Penyayang.
Bila tidak diganti di dunia sekarang, pasti ada perhitungan di akhirat yang akan datang.

Barangsiapa melakukan kezhaliman, ia akan memperoleh balasan sebelum kematian datang menghadang.

Barangsiapa yang kerjanya memfitnah orang, maka sebelum wafat dia akan memperoleh fitnah yang sama.

Barangsiapa yang kerjanya membuka ’aib orang, maka sebelum wafat ’aibnya akan dibuka oleh Allah SWT.
Sehingga, bila tak ingin dicubit orang, jangan mencubit orang.

Allah SWT akan selalu menjadi penolong seseorang, sepanjang orang itu sering menolong orang lain.

Barangsiapa yang meringankan kesulitan orang lain, maka Allah akan meringankan kesulitan yang dihadapinya.

Tolonglah orang lain, maka Allah akan menolong kita.

Sayangi orang lain, maka Allah akan menyayangi kita.

Maafkan dosa orang lain, maka Allah akan mengampuni dosa kita.

Apa artinya sesuatu yang kita miliki bila memang kita tak bisa menikmatinya.
Tak sedikit orang yang memiliki sesuatu, tapi ia tak dapat menikmatinya.
Lebih baik, kita menikmati sesuatu dengan cara yang halal, walaupun kita tak memilikinya, daripada kita memiliki sesuatu namun kita tak dapat menikmatinya.

Jangan gusar karena usilan orang.
Sebab, orang yang usil adalah orang yang kurang pekerjaan.
& gusar karena ulah orang lain yang kurang pekerjaan, berarti dengan tak sadar kita memperoleh tambahan pekerjaan yang tidak memberikan penghasilan.

Buruk sangka itu derita & dosa.
Orang yang biasa buruk sangka, sering menderita karena sesuatu yang sebenarnya tak ada.
Lebih baik salah menyangka baik daripada salah menyangka jelek.

Puji itu semuanya milik Allah.
Orang yang selalu ingin dipuji berarti merampas hak Allah.
Banyak orang yang tak tentram & tak tenang karena terlampau banyak mengharap pujian orang yang ternyata tak kunjung datang.

Manusia lahir dengan tak membawa kekayaan & akan wafat dengan tidak pula membawa kekayaan.
Sehingga, harta yang hilang jangan menyebabkan kenikmatan hidup juga menjadi hilang.

Lupa itu dapat merugikan & dapat membahayakan.
Mudah lupa, termasuk ”penyakit” yang tak menyenangkan.
Namun, mudah melupakan penderitaan & kekecewaan justru merupakan anugerah Tuhan yang sangat membahagiakan.

Bila kita jujur mengadakan intropeksi diri, maka kita akan senyum menertawakan diri sendiri.
Sebab, ternyata kesedihan & keresahan banyak disebabkan ulah kita sendiri.

Bila kita bertanya tentang persoalan apa yang menyebabkan  kita resah & gelisah, maka jawabannya pasti urusan dunia yang fana ini (seperti kekayaan, jabatan, wewenang, dll).
Begitu jarang ada manusia yang gelisah karena memikirkan urusan akhirat kelak.

Bila hidup ingin tenang, janganlah coba punya lawan.
Sebab, permusuhan sangat banyak menyita perasaan.

Tak sempurna iman seseorang bila bertengkar lebih dari 3 hari-3 malam.

Tidak sempurna iman seorang istri / suami bila bertengkar hingga dimalamkan.

Barangsiapa yang paling pertama memaafkan / meminta maaf, maka dialah pahlawan besar.

Bila ingin hidup tenang, berlatihlah untuk senantiasa berjiwa besar.

Hubungkan persaudaraan dengan tiap orang termasuk dengan orang yang bermaksud memutuskannya.

Maafkan tiap orang termasuk kepada orang yang berdosa kepada kita.

Tolonglah orang lain walaupun orang itu tak mau menolong kita.

Janganlah seseorang terlampau takut melakukan kesalahan.
Sebab, kesalahan adalah bagian dari kehidupan insan.

Allah tak memberikan sesuatu beban kepada hamba-hamba-Nya dengan beban yang mereka sendiri tak kuat memikulnya.

Lakukanlah segala titah perintah-Nya sesuai dengan kemampuan yang dianugrahkan-Nya.

Ketidakmampuan bukan suatu kesalahan, sepanjang kita telah berusaha dengan penuh kesungguhan.

 

Allah itu Maha Pengasih & Maha Penyayang.

Allah Maha Adil & Maha Penerima Taubat.

Allah tak pernah & tak akan pernah berlaku zhalim, Allah pun bukan pendendam.

Allah senang kepada hamba-hamba-Nya yang tak pernah putus asa untuk memperoleh rahmat & ’Inayah-Nya

Allah senang kepada mereka yang senantiasa punya harapan untuk hidup lebih baik di masa depan.

Harta kekayaan yang pasti menjadi milik kita adalah harta yang sempat kita berikan dengan penuh keikhlasan untuk kepentingan agama & kemanusiaan. Harta itulah yang akan memberikan manfaat sebenarnya, kepada seseorang setelah wafat.
Harta yang hilang karena dirampas orang atau karena musibah yang tak bisa terelakkan adalah termasuk sidqah & kifarat atas dosa & kesalahan seseorang. Sepanjang yang bersangkutan dapat sabar & pasrah kehadirat-Nya.

Lakukanlah suatu perbuatan dengan penuh keikhlasan, kesungguhan, & tanggung jawab, lalu berserah diri kepada Allah SWT. Tak melakukan suatu perbuatan dengan penuh kesungguhan, sudah merupakan suatu kesalahan.

Sedih karena ditinggal wafat seseorang yang dicintai adalah normal sebagai tanda orang yang punya perasaan. Namun membiarkan kesedihan terus-menerus adalah sikap yang tak wajar & dapat hancurkan kenormalan perasaan.

Silahkan anda mencintai ayah, ibu, suami/istri, putra/putri anda. Namun anda harus bersiap-siap untuk berpisah dengan mereka. Apakah anda yang lebih dulu meninggalkan mereka / mereka yang lebih dulu.

Konsekuensi kehidupan adalah kematian.
Bila hari ini kita mengantarkan jenazah teman ke kuburan, maka kita harus bersiap-siap bahwa besok / lusa, kitalah yang akan diantar ke kuburan oleh teman lainnya.

Jangan takut mati, karena mati pasti terjadi, ke mana pun kita akan lari.
Namun, takutlah akan hidup setelah mati. Sebab, begitu kita mati (wafat), maka sebenarnya kita hidup di alam lain, untuk mempertanggungjawabkan  segala apa yang kita lakukan.

selain harus berani mati (wafat), seorang Muslim juga harus berani hidup.
Minta mati / berbuat sesuatu yang menyebabkan mati adalah dilarang.
Bunuh diri adalah perbuatan yang tak terpuji. Orang bunuh diri, bukanlah pemberani, namun justru penakut. Bukan orang yang bertanggung jawab tapi orang yang ingin lepas dari tanggung jawab.