Bulan Penuh Pencuri

oleh : Amri Knowledge Entrepreneur

Rasulullah saw bersabda: “Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dari shalatnya. Para sahabat nabi bertanya, ” Wahai Rasulullah bagaimana ia mencuri dari shalatnya?” Beliau menjawab, ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya.” (HR. Ahmad)

Kisah ini terjadi ketika setelah selesai sholat berjamaah, Rasulullah duduk bersama para sahabatnya di salah satu sudut masjid. Kemudian datang seorang laki-laki ke sebuah sudut lain dan langsung mengerjakan shalat sendirian. Dalam shalatnya orang itu rukuk dan sujud dengan cara sebentar-sebentar karena terburu-buru.

Melihat hal ini, kemudian Rasulullah berkata kepada para sahabatnya, “Apakah kalian menyaksikan orang ini? Barang siapa meninggal dalam keadaan shalatnya seperti ini, maka ia meninggal di luar agama Muhammad”.

Jadi, apabila kita tidak memenuhi thuma’ninah , shalat bukan sekedar tidak sah, tetapi shalat itu dianggap tidak ada. Allah bahkan mengancam orang-orang yang shalatnya seperti itu dengan ancaman bahwa mereka akan celaka. Sebab, dengan meninggalkan thuma’ ninah (tenang sejenak) berarti kita sudah lalai dalam shalat. (QS Al-Ma’un: 4)

Sahabat, sekarang kita memasuki bulan suci Ramadhan, yaitu bulan penuh berkah. Kalau bulan-bulan dan hari-hari lain, kita sering shalat tidak thuma’ninah, makan di bulan Ramadhan ada sebuah tantangan besar bagi kita untuk shalat lebih tidak thuma’ninah. Yaitu ketika, shalat tharawih.

Kalau ini yang terjadi, maka ramadhan bulan penuh berkah., sekaligus penuh pencuri. Yaitu pencuri shalat. Berani hadapi tantangan untuk tidak jadi pencuri? Bagaimana pendapat anda !!!

*Dari suatu mailist, semoga bermanfa’at🙂