Kisah Tiga Orang Riya

oleh : Amri Knowledge Entrepreneur

ORANG PERTAMA;  yang diadili pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang mati syahid. Ia dipanggil di hadapan Tuhan dan diperlihatkan kepadanya amal perbuatannya dan ia pun mengenalinya.

Tuhan bertanya, ” Apa yang telah kamu perbuat untuk mendapatkannya (mati syahid)?”  Lelaki itu menjawab, ” Aku berperang demi (mendapat) ridla-Mu hingga aku gugur di medan laga.

Tuhan berkata, “Kamu berdusta! Kamu berperang supaya dibilang orang pemberani dan sungguh kamu telah mendapatkan keinginan itu.” Kemudian Tuhan memerintahkan agar orang itu diseret dan dilemparkan ke dalam api neraka.”

ORANG KEDUA; seorang lelaki yang tekun menuntut ilmu, mengajarkan ilmunya dan membaca Al-Qur’an. Ia dipanggil di hadapan Tuhan dan diperlihatkan kepadanya amal perbuatannya dan ia pun mengenalinya.

Tuhan bertanya: ” Apa yang telah kamu perbuat dengannya (menuntut ilmu)? Lelaki itu menjawab, Hamba menuntut ilmu, mengajarkannya kepada orang lain dan membaca al-Qur’an demi Engkau, Tuhan.

Tuhan berkata, ‘Kamu telah berdusta! Kamu menuntut ilmu supaya dibilang orang pintar dan kamu membaca al-Qur’an supaya dibilang qari’ yang bagus dan sungguh kamu telah mendapatkan semua itu. Kemudian Tuhan memerintahkan agar orang itu diseret dan dilemparkan ke dalam api neraka.”

ORANG KETIGA; yaitu seorang lelaki yang dilapangkan dan dikaruniai Allah segala macam harta benda dipanggil di hadapan Tuhan, diperlihatkan kepadanya amal perbuatannya dan ia pun mengenalinya.

Tuhan bertanya: ” Apa yang telah kamu perbuat terhadap (harta bendamu)?” Lelaki itu menjawab, “Aku tak pemah melewatkan kesempatan menafkahkan harta bendaku di jalan-‘Mu dan itu demi Engkau Tuhanku”.

Tuhan berkata, “Kamu telah berdusta! Kamu tidak melakukan semua itu kecuali dengan pamrih supaya dibilang sebagai orang yang dermawan clan sungguh kamu telah mendapatkan semua ihi. Kemudian Tuhan mernerintahkan agar orang itu diseret dan dilemparkan ke dalam api neraka.” (Hadits riwayat Muslim)

Sahabat, kita tergolong yang mana? Apakah mati syahid, tekun menuntut ilmu, atau berkelimpahan harta tapi masih tetap tertipu dengan riya ?

Atau kita lebih parah dari itu? Yaitu, tidak mati syahid, tidak berilmu, dan tidak berharta tapi riya. Bagaimana pendapat anda?

*Dari suatu mailist, semoga bermanfa’at🙂