Enggak mau ke kantor tapi tetap digaji? Bisa, dong! Kalau kita bukan termasuk tipe pekerja 9 to 5, ingin bebas ngatur jam kerja, atau menentukan sendiri besarnya gaji, saatnya bekerja freelance.Etis, tapi sebelum memutuskan untuk ber-virtual office, ada beberapa pertimbangan penting yang perlu kita check list:

Status freelancer
Belum banyak perusahaan yang menerapkan virtual office (memungkinkan pegawainya untuk bekerja dari rumah). Tapi nyatanya banyak profesi yang memungkinkan kita enggak terikat dengan jam kantor, yaitu dengan menjadi freelancer. Bisa kerja di mana aja, deh! Sayangnya dengan status ini kita tidak mempunyai berbagai tunjangan layaknya karyawan tetap.

Siapapun bisa
Enggak menutup kemungkinan bagi para pegawai tetap untuk punya kantor “lain”. Asal perusahaan mengizinkan atau bikin strategi supaya enggak ketahuan, hehe.. Untuk amannya, cari bidang yang berbeda dari profesi sekarang.

Punya banyak kantor

Status ini membuat kita tak dituntut untuk berada di kantor alias bisa bekerja di mana saja. Walau harus ngantor, bisanya tidak terikat jam kerja 9 to 5. Hasil pekerjaan bisa kita berikan langsung atau lewat virtual office seperti email atau dropbox. Walau bisa bekerja di mana saja, tak semuafreelancer bisa bekerja di rumah.

Bisa Dipercaya
Bila kita mengambil beberapa proyek sekaligus, usahakan tidak keteteran. Sebab kepercayaan adalah hal mutlak yang perlu dijaga oleh seorang freelancer, mulai dari ketepatan deadline, kelancaran komunikasi, hingga hubungan baik.

Pekerjaan sesuai passion
Banyak kok perusahaan yang membutuhkan jasa freelancer, mulai dari penulis, web desainer, keuangan, dan apapun yang sesuai dengan minat kita. Mendapatkannya tak sulit asal kita memang kompeten di bidang tersebut. Perluaslah networking, salah satunya kita bisa bergabung dengan komunitas freelancer.

Gaji besar
Semakin banyak proyek semakin seru. Belum lagi, status freelancer yang tak memiliki jaminan layaknya karyawan tetap membuat honor yang diterima jauh lebih besar. Nah, sebelum menarima tawaran, sebaiknya cermati dulu isi kontrak kerja. Apa saja yang menjadi kewajiban dan hak kita.

Peluang di mana-mana
Kita bisa mulai mencari pekerjaan “sampingan” dari teman dekat. Intinya sih maju tak gentar mencari peluang. Semakin kenal, semakin gampang dapat tawaran. So, jaga hubungan baik dengan siapapun ya.

Bebas liburan
Sedang jenuh kerja, freelancer bisa saja memutuskan break dan tidak menerima proyek. Beda dengan pegawai kantoran yang harus pakai jatah cuti dan dapat izin dari bos. Namun harus dipastikan kalau keuangan sudah aman untuk beberapa waktu ke depan dan pastikan sudah ada proyek menanti usai liburan.

(Ayunda Pininta Kasih/ Precilia Meirisa)

from: http://www.chicmagz.com/read/2521/pertimbangan-menjadi-freelancer