(y)

journey of life

Karena status suami sebagai pelajar mulai berganti, kita harus pindah dari apato yang sekarang ditinggali. Berbekal buku Living Abroad in Japan-nya Ruthy Kanagy, kita sudah siap pasang badan untuk hunting rumah yang baru. Buku itu sudah memperingatkan kita terhadap kemungkinan buruk yang akan dialami. Pengalaman yang akan dialami semua gaijin/orang asing di Jepang. Ditemani sahabat baik gw, pagi-pagi kita mulai mendatangi agen perumahan di sekitar wilayah kita tinggal.

Agen rumah yang pertama kita datangi adalah seorang laki-laki tua. Sejak pertama menginjakan kaki dan memandang wajahnya yang masam kebanyakan cuka, gw bisa menebak kelanjutannya. Teman gw bertanya apakah ada rumah yang available buat kita. Bapak itu menjawab dengan malas dan senyum terpaksa. Katanya tidak ada rumah yang available. Landlord ngga bersedia menyewakan rumahnya untuk orang asing. Dari sekian banyaknya listing yang ada, si bapak enggan bersusah payah untuk membantu. Meski sudah pasang badan, ditolak mentah-mentah begitu cukup bikin sebal. Sahabat gw…

View original post 281 more words