Lucunya berkendara di negri ini..

Sabtu, 28 Januari 2012

Ada yang menarik dari perjalanan saya hari ini. Seperti biasa, setiap sabtu saya harus berpergian menuju sudirman, dan jalur yang saya pilih adalah jalan tol, karena terus terang saya belum begitu jago urusan jalan di Jakarta. Melalui jalan tol, jalan menuju sudirman menjadi simple dan mudah dicapai. Sepanjang perjalanan, ada hal menarik yang baru saya sadari, yakni Indonesia yang notabenenya penganut mobil dengan posisi stir di sebelah kanan, tetapi anehnya tipikal para pengendaranya seperti Negara dengan posisi stir di sebelah kiri.
            Maksudnya, saat melintas jalan tol dalam kota maupun jagorawi, terlihat perubahan fungsi jalan yang selama ini telah menjadi standar baku bahkan pihak jasa marga pun membuat keterangan bahwa jalur kiri untuk kendaraan lambat, jalur tengah stabil, jalur kanan hanya untuk mendahului. Begitulah kurang lebihnya. Namun sayang tidak semua pengendara mengindahkan ini. Banyak pengendara yang maksudnya mau cepat di sebelah kanan, tapi tidak sadar malah berjalan stabil atau bahkan lambat. Maka jangan salahkan apabila di jalan tol kita menemukan mobil yang berjalan zig-zag, karena memang haknya untuk mendapat jalur untuk mendahului telah dirampas oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang ada di jalur kanan. Perjalanan hari ini pun banyak saya habiskan di jalur kiri, dengan mendahului kendaraan-kendaraan di kanan tentunya. Memang saat masuk jagorawi kadang kurang beruntung karena ada truk yang berjalan sesuai naturenya. Tapi tetap saja mendahului dari sebelah kiri nampaknya tidak bisa dihindarkan, karena begitu keterlaluannya kendaraan lambat di jalur kanan.
            Itulah perilaku sebagian kaum menengah mendadak. Telah memiliki kendaraan pribadi, tapi untuk urusan etika dasar berkendara saja tidak tau, yang membuat orang-orang seperti saya terlihat tidak beretika(zig-zag) di jalan tol. Padahal kami melakukan zig-zag bukan tanpa alasan. Bahkan saya lebih mengapresiasi bis-bis yang mengambil jalur kanan dengan kecepatan tinggi dibanding mobil-mobil lambat tadi. Pantaslah kondisi jalan kita begitu semrawut, karena yang selama ini menuntut pemerintah untuk memperbaiki sarana transportasi lupa untuk memperbaiki perilaku dirinya sendiri dalam berkendara.
            Terakhir sebagai penutup, ada kelucuan lain dijalan yang membuat saya kadang tertawa sendiri, saat hujan lebat, ada saja mobil yang menyalakan lampu hazard. Entah apa maksudnya, mau sok-sokan ngasih tau disitu ada mobil karena jarak pandang pendek, tapi malah membahayakan pengendara lain karena kita jadi tidak tau apabila dia mampu berpindah jalur. Padahal lampu hazard ada buat menunjukkan keadaan darurat atau saat mobil mogok. Haduh begitulah perilaku masyarakat kita. Semoga saat ini kita sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Amin.
*terinspirasi padatnya jalan tol dalam kota dan jagorawi
Faadhil Irshad Nasution
Depok, 25 Februari 2012
*repost