ahladif

Ramadhan secara harfiah berarti “membakar” atau “mengasah”. Ia dinamai demikian karena pada bulan ini dosa-dosa manusia pupus, habis terbakar, akibat kesadaran dan amal shalihnya. Atau disebut demikian karena bulan tersebut dijadikan sebagai waktu untuk mengasah dan mengasuh jiwa manusia. Bulan Ramadhan juga diibaratkan sebagai tanah subur yang siap ditaburi benih-benih kebajikan. Semua orang dipersilahkan untuk menabur, kemudian pada waktunya menuai hasil sesuai dengan benih yang ditanam.

Puasa atau Ash-Shiyaam dalam bahasa Al-Qur’an mempunyai arti “menahan diri”. Menahan diri dari makan, minum, bersetubuh, berkata kotor, atau segala hal yang dapat membatalkannya dengan niat ikhlas karena Allah SWT, yang dilakukan dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Berpuasa selama bulan Ramadhan adalah usaha manusia sekuat kemampuannya untuk mencontoh Tuhan dalam sifat-sifat-Nya. Bukankah Tuhan juga senantiasa berpuasa? “tidak makan, bahkan memberi makan”? Tidak pula “minum dan tidak beranak atau diperanakkan”? Manusia yang berpuasa pada dasarnya berusaha mencontoh Tuhan dari segi hukum puasa dalam…

View original post 470 more words